Rukan Niaga Artha gading

Blok F No 25 Jakarta

Working Hours

08:00 - 17:00

MEDICAL TOURISM KOREA

MEDICTEL AGEN PERJALANAN PARIWISATA MEDIS KESEHATAN DAN KECANTIKAN KOREA, GRATIS KONSULTASI

Cari tahu tentang Operasi Plastik di Korea untuk Payudara

Apa yang terlintas di benak anda jika mendengar istilah Korea? Selain terkenal dengan musik K-Pop dan drama romantisnya, salah satu hal yang paling melekat pada negeri ginseng ini adalah Operasi Plastik. Tak hanya selebriti papan atas, masyarakat umum di Korea Selatan pun sudah tidak asing lagi melakukan operasi plastik.

Operasi plastik di Korea seakan-akan sudah menjelma menjadi budaya masyarakat Korea. Hal ini terjadi karena sebagian dari mereka menganggap bahwa memiliki penampilan yang menarik merupakan hal utama yang harus di junjung tinggi dalam kehidupan. Karena dengan memiliki penampilan yang menarik seseorang akan mudah untuk mencapai suatu titik kesuksesan. Seperti dalam memiliki pekerjaan yang baik, mendapatkan pandangan positif di lingkungan sosial serta mendapatkan jodoh idaman.

operasi payudara di korea

Seiring berkembangnya zaman, berbagai orang dari belahan dunia pun ikut tertarik melakukan operasi plastik. Diantara mereka yang ingin merasakan hasil terbaik, melakukan wisata kecantikan ke Korea menjadi pilihan utama. Mereka tak lagi ragu untuk memilih Korea sebagai tujuan destinasi wisata kecantikan. Karena Korea dikenal dengan hasil operasi plastik yang baik, cantik dan terlihat natural.

Namun kini tak hanya area wajah saja yang dapat dilakukan operasi plastik, beberapa bagian tubuh yang dianggap ‘privasi’ juga tak luput dari sentuhan pisau bedah. Salah satu bagian tubuh tersebut adalah payudara.

Memiliki bentuk payudara yang indah nampaknya menjadi impian setiap wanita. Namun sayangnya tidak setiap wanita memiliki keistimewaan tersebut. Sebagian wanita merasa kurang puas dan percaya diri dengan bentuk payudaranya. Banyak hal yang dapat mereka lakukan untuk mengubah bentuk payudaranya menjadi lebih baik. Salah satunya dengan melakukan operasi plastik.

Meski masih terdengar tabu di sebagian kelompok masyarakat, melakukan operasi plastik pada payudara nampaknya bukan lagi hal baru. Terlebih bagi mereka yang gemar tampil cantik dan menawan namun memiliki keinginan untuk dapat mewujudkannya dengan waktu yang singkat.

Operasi pembesaran payudara atau yang disebut juga dengan istilah mammaplasti augmentasi merupakan tindakan operasi pembesaran payudara dimana menempatkan implan untuk memperbesar volume dan bentuk payudara.

Terdapat beberapa tindakan yang harus dilakukan sebelum melakukan operasi pembesaran payudara, diantaranya dokter akan memeriksa keadaan dan bentuk payudara pasien untuk selanjutnya dilakukan pengambilan foto untuk keperluan catatan medik. Hasil dari dokumentasi medik tersebut digunakan para tenaga medis untuk mempertimbangkan kepada pasien terkait beberapa faktor yang mencakup ukuran dan bentuk payudara, kualitas kulit, puting dan areola.

Setelah itu dokter akan menganalisa jenis tindakan yang tepat untuk pasien serta meminta informasi kepada pasien terkait riwayat kanker payudara yang pernah dialami oleh diri sendiri atau keluarga pasien. Dalam konsultasi ini diharapkan pasien menyampaikan informasi tentang rencana ke depan yang berkaitan tentang proses perubahan bentuk payudara, seperti hamil, melahirkan dan menyusui.

Lalu bagaimana operasi pembesaran payudara dilakukan? Hal pertama yang dilakukan dokter adalah menentukan beberapa hal terkait tindakan bedah yang berhubungan dengan kondisi pribadi pasien (misal ukuran payudara yang benar, lokasi sayatan, penentuan dan penempatan implan). Selanjutnya adalah melakukan tindakan pembiusan, pada operasi ini tindakan pembiusan yang biasanya dilakukan adalah dengan melakukan pembiusan secara umum, namun beberapa ada juga yang menggunakan pembiusan lokal. Setelah pembiusan, dokter akan melakukan sayatan di beberapa lokasi yaitu pada lipatan di bawah payudara, pinggir bawah areola, serta daerah ketiak. Ketika sayatan dibuat, dokter membuat kantung atau rongga dimana implan ditempatkan. Setelah itu dokter akan menutup luka operasi. Namun jangan khawatir, seiring dengan proses penyembuhan, bekas luka pasca operasi tidak akan terlalu tampak jelas karena terlihat karena terletak di daerah relatif tersembunyi.

Saat seseorang memutuskan untuk melakukan pembedahan pada bagian tubuh mereka, tentu sudah mempertimbangkan resiko yang akan di hadapi. Tahukah anda resiko apa saja yang bisa terjadi pada pasien yang melakukan operasi pembesaran payudara? Beberapa yang mungkin terjadi pasca operasi adalah timbulnya reaksi dari pembiusan, adanya penimbunan darah yang mungkin perlu dikeluarkan dengan tindakan pembedahan. Selain itu infeksi juga tidak menutup kemungkinan untuk dapat terjadi. Bahkan jika infeksi tidak hilang dengan pengobatan dan perawatan yang sederhana, mungkin memerlukan pengangkatan implan untuk sementara waktu. Selain itu, meskipun sementara pasien akan mengalami perubahan sensasi pada puting atau payudara yang mungkin disebabkan oleh operasi pembesaran payudara.

Lalu ada juga yang dinamakan kapsul kontraktur yaitu pergerakan dari jaringan ikat yang mengelilingi kantung silikon. Hal ini dapat diminimalisir dengan melakukan pemijatan secara teratur pada payudara saat mandi. Dokter akan memberikan informasi lebih lengkap mengenai pemijatan ini. Dan resiko yang paling fatal yang mungkin dapat terjadi adalah mungkin nya implan akan pecah jika saline filled implant atau hydrogel filled implant pecah, isinya akan keluar dari kantung. Namun pecah nya implan ini tidak menimbulkan bahaya jika diserap oleh tubuh. Pada silicone gel-filled implant, resiko pecah cukup kecil. Tetapi karena gelnya tidak menyebar, maka mudah untuk diangkat.

Usai melakukan tindakan bedah, tentu ada perawatan khusus yang harus dijalani pasien, diantaranya dokter akan melepas jahitan operasi pada sekitar satu minggu pasca bedah. Pasien juga disarankan untuk menggunakan Support Bra segera setelah melakukan aktivitas sehari-hari. Namun pasien baru diperbolehkan untuk mandi dalam jangka waktu 7-10 hari pasca bedah dan tidak diperkenankan melakukan aktivitas berat (terutama yang menggunakan area sekitar lengan) selama dua atau tiga minggu. Pasien yang melakukan operasi pembesaran payudara juga sebaiknya menghindari aktivitas seksual minimal satu minggu pasca operasi serta tidak lupa untuk melakukan perawatan payudara secara perlahan selama paling tidak satu bulan.

Jika anda tertarik melakukannya, tentu anda harus menyiapkan budget tertentu yang pastinya tidak sedikit. Seperti yang dilansir wolipop.com, kisaran biaya yang harus dikeluarkan untuk operasi pemasangan implan pada payudara sebesar 110 juta. Tentu biaya yang tinggi tersebut akan diimbangi dengan hasil operasi yang baik. Lain halnya dengan biaya operasi plastik yang murah. Selain hasilnya yang belum tentu baik, resiko-resiko yang akan terjadi pun bukan menjadi tanggung jawab pihak yang melakukan operasi pada diri anda.

Melihat pernyataan di atas, tentu sah-sah saja melakukan operasi plastik, asal dilakukan oleh tenaga medis yang berpengalaman seperti yang terdapat di Korea. Tak hanya saat operasi berlangsung, dokter bedah di Korea juga akan memantau keadaan anda pasca operasi.

medictel

Agen Pariwisata medis kesehatan dan kecantikan Korea

Leave a Reply

EnglishJapanRussiaThailand