Rukan Niaga Artha gading

Blok F No 25 Jakarta

Working Hours

08:00 - 17:00

MEDICAL TOURISM KOREA

MEDICTEL AGEN PERJALANAN PARIWISATA MEDIS KESEHATAN DAN KECANTIKAN KOREA, GRATIS KONSULTASI

Pengobatan Kanker di Korea

Medictel Indonesia

Kanker merupakan salah satu penyakit mematikan yang bisa datang kapanpun dan kepada siapapun. Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker, dalam perkembangannya sel-sel kanker ini dapat menyebar kebagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.

Bahkan kanker bukan hanya terdiri dari satu penyakit saja, melainkan ada lebih dari 200 jenis kanker berbeda. Dan berbagai jenis kanker tersebut tentunya terdapat gejala dan metode penyembuhan yang berbeda-beda penanganannya.

Dilansir dari Kupang Tribunnews.com, Korea Selatan menjadi negara yang mempunyai teknik baru dalam mendeteksi kanker yaitu melalui sampel darah. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Biomaterials itu bisa bermanfaat untuk berbagai aplikasi klinis praktis dalam diagnosis dan pengobatan kanker. Dalam sebuah penelitian tim yang dipimpin Cho Young-koo dari Pusat Kanker Nasional Korea Selatan mendeteksi dan mengisolasi sel-sel tumor yang beredar (CTC) dalam sampel darah dari pasien kanker payudara stadium awal.

Baca juga : Penggunaan robotic surgery di rumah sakit Korea

Photodynamic therapic, pengobatan terbaru kanker dengan laser

Medictel Indonesia

CTC telah diakui penanda untuk diagnosis dan indikasi beberapa kanker. Namun, pemantauan CTC saat ini hanya tersedia untuk pasien stadium lanjut ketimbang kanker tahap awal. Para peneliti lalu mengembangkan metode menggunakan kawat nano magnetik untuk membantu isolasi yang efisien dan mendeteksi CTC dalam darah pasien, terutama mereka dengan kanker stadium awal.

Selain itu, Korea juga telah menembukan teknologi canggih yang digunakan untuk pengobatan kanker. Sebuah tim peneliti Korea telah menemukan bentuk struktur nano yang memiliki potensi untuk aplikasi selanjutnya dalam pengobatan kanker. Tim peneliti bersama Yonsei University College of Medicine dan Ewha Womans University mengumpulkan fotosensitizer phthalocyanine (PcS) dengan obat antikanker mitoxantrone (MA) untuk membentuk struktur nano yang seragam (PcS-MA). Ketika struktur nano disuntikkan ke tikus laboratorium dengan kanker payudara, lebih dari 80% sel kanker hancur.

Baca juga : KUIMS Smart Service

Medictel Indonesia

Struktur nano PcS-MA dapat digunakan sebagai “Strategi yang menarik untuk mengatasi keterbatasan terapi kanker photodynamic“. Terapi kanker fotodinamik, juga dikenal sebagai “terapi radiasi”, yang biasa digunakan untuk menghilangkan sisa sel kanker setelah operasi. Namun sel kanker dengan kekurangan oksigen tetap bertahan meski melalui perawatan ini. Struktur nano PcS-MA ditemukan menghancurkan sel kanker tersebut pada tikus. Profesor Nam Ki-taek, salah satu pemimpin tim meneliti tim peneliti, mengatakan bahwa struktur nano akan memerlukan eksperimen lebih lanjut untuk menegaskan kembali efek antikanker mereka sendiri dan menguji apakah obat tersebut menegaskan kembali efek antikanker mereka dan menguji apakah obat tersebut dapat diterapkan besar pada jenis kanker lainnya juga.

medictel

Agen Pariwisata medis kesehatan dan kecantikan Korea

Leave a Reply

EnglishJapanRussiaThailand