Rukan Niaga Artha gading

Blok F No 25 Jakarta

Working Hours

08:00 - 17:00

MEDICAL TOURISM KOREA

MEDICTEL AGEN PERJALANAN PARIWISATA MEDIS KESEHATAN DAN KECANTIKAN KOREA, GRATIS KONSULTASI

Tren Genderless Fashion di Korea Selatan

Bagi penyuka fashion, Anda mungkin tidak asing dengan istilah genderless kei.Trend ini memang sudah menjadi sangat besar dan cukup menjadi perhatian dunia.

Genderless kei (style) singkatnya merupakan fashion style yang menolak pemetakan gender dalam fashion. Gerakan fashion ini mulai ‘meledak’ di media Jepang setelah beberapa model genderless top muncul di acara fashion terkenal Tokyo Girls Collection 2015 Autumn/Winter 2015 dan terus bertambah populer sejak saat itu, baik di jalan atau social media.

TOMAN -Model genderless Jepang

Di Korea, genderless fashion juga banyak diminati, terutama oleh para idol k-pop. Dari parfum gender-neutral, tas, perhiasan, jaket, idol k-pop sangat berpengaruh atas menjamurnya tren fashion ini, tidak hanya dengan melalui iklan, tapi juga dengan menerapkannya pada pakaian yang dipakai sehari-hari.

Tak heran, brand-brand besar seperti Louis Vuitton, Chanel, Gucci ikut menjual koleksi fashion yang menjawab kehausan baru dari para penggunanya. Mulai dari koleksi unisex sampai model catwalk yang mengenakan pakaian campuran ‘mix & match’ pria dan wanita, mereka semakin menyambut penyamaran dari pemisahan antara pakaian pria dan wanita dalam fashion.

Bahkan beberapa idol k-pop seperti G-Dragon dari grup Big Bang sampai diajak untuk menjadi brand ambassador untuk perusahaan fashion ternama.

G-Dragon dengan Karl Lagerfeld

G-Dragon menjadi brand ambassador untuk Chanel di tahun 2016 dan menjadi salah satu model favorit Karl Lagerfeld, creative director dari Chanel. Chanel yang tadinya dikenal sebagai produk untuk wanita, ikut merangkul trend genderless fashion dan mulai mempromosikan produk mereka untuk juga dipakai oleh pria. Untuk itu, mereka menggunakan G-Dragon, yang selain dikenal sebagai penyanyi, juga dikenal dengan selera fashionnya yang berani.

Kang Daniel member ex Wanna One juga kerap dijumpai menganut genderless fashion, seperti saat dia meng-endorse¬†tas tangan ikonik Louis Vuitton. Di kampanye “New Masculinity” dia melawan stereotipe gender dan muncul menawan dengan campuran¬†fashion items yang diperuntukkan bagi wanita.

Dia juga pernah menjadi model untuk seri perhiasan Chanel, yang menjadikannya model pria Korea kedua setelah G-Dragon yang menjadi wajah dari brand tersebut.

Kang Daniel dengan tas tangan wanita

Jadi seperti apa genderless fashion itu?

Genderless fashion mencampurkan barang fashion untuk pria dan wanita untuk mendapatkan penampilan yang tidak condong pada salah satu gender. Penganut fashion ini bukannya mencoba untuk menjadi gender lain, tetapi menolak pemetakan gender tradisional untuk membuat standar fashion baru.

Perlu dicatat bahwa gerakan ini tidak berhubungan dengan seks. Menjadi model genderless fashion bukan berarti mereka transgender ataupun penyuka sesama jenis. Kalaupun ada transgender atau penyuka sesama jenis yang menyukai genderless fashion, mereka bukan menganut fashion ini karena alasan seksual, tetapi mereka kebetulan menyukai estetik dari fashion ini.

medictel

Agen Pariwisata medis kesehatan dan kecantikan Korea

Leave a Reply

EnglishJapanRussiaThailand